Senin, 21 Januari 2019

Apakah yang Mengakibatkan Pencairan Es di Antartika Selalu Bertambah Semenjak 1979


Satu riset yang diedarkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences pada Senin, 14 Januari 2019 membuka satu penemuan baru. Dalam laporannya, dijelaskan jika Antartika kehilangan es enam kali semakin banyak tiap-tiap tahunnya, jika dibanding dengan 40 tahun kemarin. 

Akselerasi pencairan es Antartika, yang sejumlah besar berkaitan dengan pergantian iklim antropogenik, sudah mengakibatkan permukaan laut global naik lebih dari 1/2 inci semenjak 1979. 

"Itu baru dikarenakan oleh puncak gunung es-nya," kata penulis penting penelitian ini, Eric Rignot, yang adalah ilmuwan di NASA serta profesor di UC Irvine. 

"Saat susunan es Antartika selalu mencair, kami memprediksi permukaan air laut dalam dunia akan naik bermeter-meter pada abad-abad yang akan datang," paparnya, seperti diambil dari Forbes, Minggu (20/1/2019). 

Rignot serta rekan-rekannya mengkalkulasi laju tahunan hilangnya es Antartika dari 1979 sampai 2017 memakai beberapa bukti penilaian, termasuk juga program Landsat (Landsat program) ide NASA. 

Konstelasi satelit pengamat Bumi ini di luncurkan pertama-tama pada 23 Juli 1972. Misi itu sangat mungkin team peneiti untuk memerhatikan "ruangan hampa dibawah susunan es" dari 176 cekungan Antartika saat empat dekade. 

Citra hawa yang dibuat dari Operation IceBridge punya NASA, yang sudah menerbangkan pesawat riset di benua yang ada di Kutub Selatan ini semenjak 2009, pun menolong beberapa periset memprediksi hujan salju tahunan, erosi angin, ketebalan susunan es, serta tingkat pembuangan gletser dengan ketepatan tinggi. 

Dengan menyisir semua data tesebut, team temukan jika Antartika sudah melepas semakin banyak es dengan berarti ke lautan tiap-tiap dekade (10 tahun). 

Saat 1980-an, contohnya, es di Antartika mencair rata-rata seputar 40 gigaton per tahun. Dari 2009 sampai 2017, jumlahnya itu bertambah sampai 252 gigaton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar