Selasa, 15 Januari 2019

Bisa Rp 950 Triliun Plus Jadi Wanita Paling kaya Di Dunia Sesudah Cerai


Menyusul pengumuman perceraian bos Amazon Jeff Bezos, perhatian sekarang diarahkan ke istrinya yang peluang akan selekasnya jadi wanita paling kaya dalam dunia. Lelaki paling kaya dalam dunia, CEO Amazon, Jeff Bezos, serta istrinya MacKenzie menginformasikan perceraian sesudah menikah saat 25 tahun. 

Ketetapan itu mereka katakan dalam pengakuan bersama dengan yang diupload di Twitter pada Rabu (9/1/2019). 

MacKenzie, 48, yang sering muncul dengan style simpel ini bisa menjadi wanita paling kaya dalam dunia jika dia terima 1/2 dari kekayaan Bezos seputar US$68 miliar atau seputar Rp950 triliun. Sekarang ini wanita paling kaya, berdasarkan catatan Bloomberg ialah penerima waris L'Oreal, Francoise Bettencourt Meyers, dengan nilai kekayaan seputar US$45,6 miliar. 

MacKenzie Bezos, seseorang novelis berjumpa calon suaminya itu dalam interviu tempat periset di Manhattan, New York. 

"Sesudah periode panjang untuk mengeksplorasi jalinan kami serta hidup dengan terpisah, kami akan memutuskan untuk berpisah serta meneruskan hidup kami menjadi teman dekat," kata mereka, seperti dikutip BBC Indonesia. 

Amazon, perusahaan yang dibangun 25 tahun kemarin, sudah menyaingi Microsoft menjadi perusahaan yang sangat mahal. 

Bezos (54), pendiri Amazon, ialah orang paling kaya menurut Indeks Miliarder Bloomberg, dengan kekayayaan sampai US$137 miliar Rp1.900 triliun, lebih kaya US$45 miliar dibanding Bill Gates. nSementara, MacKenzie Bezos (48) ialah penulis buku The Testing of Luther Albright (2005) serta Traps (2013). 

"Kami terasa begitu mujur sebab dapat berjumpa serta kami bersukur untuk tiap-tiap tahun yang kami butuhkan bersama dengan menjadi pasangan suami istri," kata mereka. 

"Bila kami ketahui jika kami akan berpisah sesudah 25 tahun hidup bersama dengan, kami tetap akan mengulanginya." 

"Kami mempunyai hidup yang mengagumkan menjadi pasangan serta kami lihat hari esok yang cerah menjadi orang-tua, rekan, rekanan dalam pekerjaan, serta individu yang menguber penjelajahan di hari esok." 

"Walau mempunyai cap berlainan, kami masih keluarga serta teman dekat." 

Tahun kemarin, mereka meluncurkan project amal bersama dengan, Day One Fund, untuk membantu beberapa orang tuna wisma serta membangun sekolah untuk anak umur awal buat komune miskin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar