Jumat, 01 Februari 2019

Gelandangan Ini Pergi Ke Restoran Untuk Melamar Pekerjaan


Apa kamu sempat memerhatikan mereka yang tidak mempunyai rumah? Mereka tidur di muka toko, tidak miliki uang untuk makan bahkan juga seringkali mereka kedinginan sebab tidak miliki jaket yang cukuplah tebal. Bahkan juga banyak diantara mereka yang tidak mandi sebab tidak miliki air. 

Di video kesempatan ini seorang menyamar menjadi gelandangan masuk ke 3 buah restoran untuk melamar pekerjaan. Apa ia akan di terima kerja? 

Pria berpakaian putih itu masuk restoran pertama, ia berjumpa dengan kasir pelayan itu serta berkata jika ia ingin kerja, ia tidak mau minta makanan. Kasir itu memintanya untuk menanti sesaat. 

Dua puluh dua menit lalu managernya hadir untuk berjumpa dengan lak-laki itu. Satu kali lagi ia berkata jika ia ingin kerja. Ia tidak miliki computer untuk melamar dengan online. Ia bahkan juga tidak miliki alamat untuk tercantum di surat lamaran. Akan tetapi sang menejer tidak terdorong harinya dikit juga untuk menolong pria itu. 

Hal sama berlangsung pada restoran ke dua. Mereka berkelit jika ingin melamar pekerjaan mesti pergi ke kantor pusat. Si gelandangan berkata jika ia tidak miliki uang untuk beli ticket metro. Ia pun katakan jika ia tidak makan saat 14 jam, serta begitu kelaparan. Akan tetapi tidak sedikitpun belas kasihan dari karyawan toko, mereka justru memintanya untuk pergi. 

Begitu halnya restoran ke-3. Tidak satu restoran juga memberi pekerjaan kepadanya. Tentunya sebab bajunya yang compang camping serta kejujurannya jika ia tidak miliki rumah. Walau sebenarnya bila kita balik kondisinya, semestinya kita dapat mengerti jika seorang dengan keadaan semacam itu tentunya tidak mempunyai alamat rumah, tidak mempunyai computer untuk melamar dengan online serta jelas-jelas tidak miliki pakaian rapi yang patut digunakan untuk melamar pekerjaan. 

Oleh karenanya, bagaimana mungkin ia mendapatkan pekerjaan, bila melamar pekerjaan mesti ikuti mekanisme yang mustahil ia kerjakan? Bila bukan kita yang menolong siapa kembali. Mari kita naikkan kepedulian kita pada sama-sama. Janganlah memandang orang dari luarnya saja, lihat lah tujuannya. Tidakkah begitu membesarkan hati seseorang gelandangan pergi ke restoran untuk tidak minta makanan. Demikian sebaliknya ia ingin kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar