Seseorang bocah di Kecamatan Kadipiro, Solo, diberitakan sudah disunat atau dikhitan dengan gaib oleh jin. Akan tetapi keadaan kemaluannya bisa dikembalikan seperti sebelumnya oleh pihak dokter.
Direktur RSUD Surakarta, dr Willy Handoko, pastikan jika masalah itu bukan momen gaib. Hal tersebut adalah masalah yang banyak berlangsung di penduduk.
"Banyak masalah semacam itu. Jadi tidak disunat jin," kata Willy waktu mengevaluasi pembangunan RSUD Semanggi, Solo.
Ia menuturkan, masalah itu dalam medis diberi nama paraphimosis. Yakni saat kulup penis ditarik ke pangkal akan tetapi tidak bisa dikembalikan ke keadaan sebelumnya.
"Penanganannya gampang, tak perlu operasi. Sangat suntik lokal, lantas ditarik, dibuka," kata Willy.
Ia memberikan contoh ada masalah yang lain, yaitu phimosis. Keadaan ini kebalikan dari paraphimosis, yakni saat kulup penis tidak bisa ditarik sampai ke pangkal sebab lengket.
Terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surakarta, dr Aji Suwandono, memberikan jika paraphimosis juga bisa menyebabkan bahaya. Karena saat kulup penis tidak bisa kembali, saluran darah bisa terhalang.
"Penjepitan batang penis oleh kulup penis itu dapat memunculkan bendungan saluran darah serta pembengkakan di ujung penis. Lalu jaringan penis dapat mati karena darah tidak dapat mengalir di penis," tutur Aji lewat telephone.
Dikabarkan awal mulanya, bocah yang duduk di kelas 1 SD itu rasakan sakit dibagian kemaluannya waktu mandi sore. Ibunya terasa kaget sebab kemaluan anaknya telah berupa seperti dikhitan.
Menurut sang kakek, keadaan itu diakui adalah perihal gaib. Si bocah dipercaya disunat oleh jin. Akan tetapi saat dibawa ke RSUD Surakarta, kemaluan si bocah bisa dikembalikan seperti sebelumnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar