Seorang pria bernama Arfian Triono Hadi yang merupakan alumni UGM, merasa malu dengan penanganan UGM terkait kasus pemerkosaan yang dialami oleh seorang mahasiswi, dengan nama samaran Agni.
Karena itu, dia membakar ijazah yang dimilikinya. “Lihat, aku alumni UGM dan aku malu,” bebernya. Videonya kemudian viral dan telah sampai ke telinga pihak UGM. Mereka mengonfirmasi bahwa Arfian benar alumni UGM.
“Menurut data kami itu (pembakar ijazah UGM di video) memang iya benar alumni UGM,” kata Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani. Namun, UGM menyesalkan terjadinya pembakaran ijazah ini, tapi tidak akan mempermasalahkannya lebih lanjut. Mereka juga tidak akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
“Yang jelas kita menyesalkan tapi keputusan kan ada di tangan yang memegang ijazah jadi kita serahkan saja,” lanjut dia.
Arfian adalah satu dari sekian mahasiswa dan alumni UGM yang menuntut agar kasus pemerkosaan yang dialami Agni diselesaikan secepatnya. Karena masalah ini sudah berlarut-larut dan menyebabkan trauma mendalam kepada korban.
Saat dikritik netizen mengenai aksinya ini dan mengatakan tidak menghargai kerja keras orangtua yang membiayai kuliahnya, Arfian menjawab, “Mereka akan lebih malu kalau tahu aku kuliah di kampus yang menyepelekan kasus perkosaan mahasiwanya sendiri,” tegasnya.
"Ternyata tujuanku bikin postingan ini sudah melenceng dari harapanku yaitu menggiring perhatian netizen pada kasus perkosaan Agni, tapi ternyata netizen lebih fokus pada pembakaran ijazahku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar