Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjelaskan jika tinggal menanti waktu buat pemerintah Brasil untuk mengubah kedutaan besarnya ke Yerusalem.
Bicara dalam pertemuan dengan beberapa pemimpin komune Yahudi Brasil di Rio de Janeiro, minggu lantas, Netanyahu menjelaskan presiden baru Negeri Samba, Jair Bolsonaro, menjelaskan jika Brasilia bukan dalam step menimbang gagasan perpindahan kedubesnya ke Yerusalem.
"Kami begitu menghormati Brasil, menghargai negara ini di kerangka Amerika Latin serta global. Prinsip itu (mengalihkan kedubes) ialah pemberi tanda pergantian riwayat," tutur Benjamin Netanyahu, seperti diambil dari Al Jazeera.
Benjamin Netanyahu ialah Perdana Menteri Israel pertama yang berkunjung ke Brasil. Disana, ia membuat pertemuan sah dengan Bolsonaro pada Jumat 28 Desember.
Bolsonaro, selain itu, dimaksud sudah terima undangan Netanyahu untuk berkunjung ke Israel, satu perjalanan yang peluang akan berjalan pada Maret yang akan datang.
Presiden baru Brasil yang datang dari sayap kiri itu menjelaskan jika "kita memerlukan sekutu, rekan, saudara yang baik, seperti Benjamin Netanyahu". Akan tetapi, dalam pertemuan wartawan bersama dengan sesudah pertemuan ke-2 pemimpin negara, tidak ada satupun yang menyentuh rumor perpindahan kedubes Brasil ke Yerusalem.
Baik Netanyahu ataupun Bolsonaro, pun tidak mengupload apapun di account Twitter mereka, walau kedua-duanya termasuk juga aktif di sosial media.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar