Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memaparkan program strategis 2019-2024 yang dia ucap menjadi Nawacita jilid II Joko Widodo. Airlangga yang Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, bila Jokowi kembali dipilih menjadi presiden pada Pemilihan presiden 2019, jadi program-program yang akan digerakkan telah jelas.
"Ini saya meyakini jika 'toko sebelah' tidak siap yang semacam ini. Ini 2020-2024, tentu tidak siap," tutur Airlangga waktu bicara di acara Kadin Enterpreneurship Komunitas 2019 di Hotel Shangrila.
Dalam pemaparannya, Airlangga mengemukakan, tujuan perkembangan ekonomi pemerintah pada periode 2020-2024 ada pada kisran 5,4 % sampai 6 %.
Dalam kurun 5 tahun, mengkonsumsi rumah tangga dibanderol sebesar 5,21 persen-5,37 %, berbelanja pemerintah 3,28 persen-4,11 %, investasi sebesar 7,45 persen-8,25 %, export 6,75 persen-7,60 % serta import sebesar 7,56 persen-8 %.
Selain itu, perkembangan bidang manufaktur direncanakan dapat sampai 5,40 persen-7,05 %; Agriculture 3,57 persen-3,94 %; kelistrikan 4,01 persen-4,48 %; konstruksi 5,42 persen-5,96 %; serta transportasi 8,68 persen-9,11 %.
Tujuan yang lain ialah perkembangan ICT sampai 10,84 persen-11,82 %; layanan keuangan 7,15 persen-7,84 %; perdagangan 5,01 persen-6,03persen serta paling akhir ialah pertambangan dengan tujuan 0,5 persen-0,88 %.
"Policy empat tahun ke depan, Nawacita jilid II, telah disediakan oleh Pak Presiden," tambah Airlangga.
Konsentrasi kebijaksanaan berkaitan peningkatan industri yang digalakkan pemerintah, yaitu akan mengarah tiga tujuan yaitu tingkatkan produktivitas, meeningkatkan daya saing export manufaktur, serta memperkuat industri hulu strategis.
Konsentrasi kebijaksanaan ini, katanya, akan di dukung oleh 6 langkah strategis. Pertaa, katanya, penguatan iklim investasi, keterbukaan perdagangan serta keterkaitan di jaringan produksi global.
Lalu, lanjut ia, penguatan potensi penelitian serta peningkatan pengembangan, dan akselerasi adopsi tehnologi.
Ke-3, sambungnya, penambahan diplomasi ekonomi serta utilisasi kesepakatan perdagangan bebas. Ke empat, pengoptimalan sumber kekuatan perkembangan ekonomi.
Lalu, kata Airlangga, langkah ke lima, penguatan pilar simpatisan perkembangan bidang manufaktur.
Terkahir, tutur ia, langkah ke enam berbentuk penciptaan kebijaksanaan makroekonomi yang aman untuk memberi dukungan peningkatan industri manufaktur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar