Presiden AS Donald Trump menginginkan "beberapa hal besar" dari pertemuan dengan Kim Jong Un di Vietnam. Pimpinan Korut itu telah datang terlebih dulu di Hanoi, sesudah meniti perjalanan tiga hari dengan kereta api serta mobil.
Donald Trump serta Kim Jong Un pertama-tama berjumpa Juni lantas di Singapura dalam pertemuan puncak AS-Korut yang disebutkan menjadi pertemuan bersejarah. Korea Utara saat itu janji akan tinggalkan program senjata nuklirnya serta menuntut AS mencabut embargo ekonominya. Kim Jong Un pun minta agunan keamanan serta kesepakatan perdamaian untuk dengan sah akhiri perang Korea dalam perseteruan tahun 1950-an yang membuat negara itu terpecah.
Donald Trump memberikan pujian pada Pyongyang sebab sudah hentikan eksperimen rudalnya. Ia pun menjelaskan akan memberikan waktu pada Korea Utara untuk perlucutan senjata nuklir serta tidak punya maksud lakukan desakan.
Janji perkembangan ekonomi
Donald Trump menunjuk pada Vietnam, sisa musuh AS dalam perang, menjadi contoh kesuksesan ekonomi yang dapat jadi mode buat Korea Utara bila negara itu tinggalkan senjata nuklirnya.
Presiden AS yang membawa delegasi perdagangan ke Hanoi menjelaskan, ia telah lihat "bagaimana Vietnam berkembang. Serta yang begitu penting kami akan makan malam besar malam hari ini.., serta kami berdua terasa begitu suka mempunyai pertemuan puncak yang begitu penting ini di Vietnam, sebab ini betul-betul ialah contoh mengenai apakah yang dapat berlangsung, dengan tujuan yang baik."
Trump berterima kasih pada Vietnam sebagai tuan-rumah pertemuan puncak AS-Korut itu serta memberikan, "mudah-mudahan beberapa hal besar akan berlangsung kelak dalam pertemuan kami" dengan Korea Utara.
Donald Trump serta Kim Jong Un diskedulkan lakukan pertemuan empat mata Rabu malam (27/2), diteruskan dengan jamuan makan malam.
"Rekan saya Kim Jong Un"
Setibanya di hotel, Donald Trump melalui Twitter memberikan pujian pada perkembangan yang ia lihat di Hanoi.
"Vietnam berkembang cepat seperti cuma di dikit lokasi dalam dunia. Korea Utara akan (alami yang) sama, serta akan cepat sekali, bila negara itu lakukan denuklirisasi," catat Trump. "Potensinya mengagumkan, kesempatan besar, seperti hampir tidak pernah ada pada riwayat, buat rekan saya Kim Jong Un…!"
Sebelum bicara dengan Kim Jong Un, Presiden Trump berserta delegasi membuat pertemuan satu hari penuh dengan beberapa petinggi Vietnam (photo artikel). Tiga maskapai penerbangan Vietnam di tandatangani kontrak sejumlah 21 miliar dolar AS dengan perusahaan Boeing, diantaranya untuk pembelian 100 pesawat type Boeing 737.
Donald Trump terlihat penuh semangat untuk keberhasilannya di luar negeri, sesaat di negeri ia melawan kekalutan politik, terpenting dalam penyidikan mengenai keterkaitan Rusia saat pemilu presiden AS.
Michael Cohen, yang sempat jadi pengacara penting serta tangan kanan penting Trump, mesti memberikan info pada Senat AS. Cohen sudah janji akan bekerja bersama dengan petinggi spesial Robert Mueller, yang pimpin penyidikan mengenai jalinan pada team kampanye Trump serta pejabat-pejabat Rusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar