Minggu, 10 Februari 2019

Cleaning Servis Sekolah Digebuki Siswa: Mereka Katai Saya Anjing


Faisal Daeng Pole (38), dikeroyok oleh 5 siswa SMP di Kabupaten Takalar, Sulsel. Waktu berjumpa dengan beberapa siswa pengeroyoknya, tidak ada satu kata maaf yang terlontar dari beberapa ssiwa itu. 

"Mereka seringkali katai saya dengan panggilan anjing serta kata kasar lainnnya," kata Faisal waktu didapati di Mapolsek Galesong Selatan, Jalan Poros Takalar-Gowa, Kabupaten Takalar, Senin (11/2/2019). 

Faisal yang sekarang ini berstatus pegawai honorer di SMPN 2 Galesong Selatan ini mengakui kenal ke lima siswa ini semenjak pertama-tama mereka bersekolah. 

"Tapi tempo hari ini telah keterlaluan. Guru-gurunya saja banyak merintih di panggil anjing sama mereka," kata Faisal. 

Faisal yang kenakan baju putih ini sudah sempat disandingkan dengan siswa pengeroyok dianya. Waktu berjumpa itu, Faisal kembali bercerita pengalamannya waktu dikeroyok. Disebutkan Faisal, waktu diirnya tengah bersihkan halaman sekolah ia dia dikatai 'Pole Anjing, Pole Najis'. 

"Saya kunjungi mereka, lantas saya katakan saya ini bukan anjing. Saya ini beberapa orang baik kasihan," terangnya. 

Salah seseorang siswaterdiam waktu dengar info dari Faisal ini. Sekalian tutup mukanya dengan baju yang berada di badannya, dia mengakui menjadi salah seseorang yang memukul Faisal. 

"Iye (iya) sayang jam Pak," kata siswa ini yang kembali terdiam di depan polisi. 

Waktu disandingkan dengan Faisal, tidak satu juga kata keinginan maaf serta penyesalan yang terlontar dari kelimanya. Malah, bapak siswa yang turut memukul Faisal, Rasul menyanggah sudah turut lakukan penganiayaan. 

"Saya jam tetapi tidak terkena. Mereka (anak-anak) ini yang jam sampai berdarah," kata Rasul di tempat yang sama. 

Gagasannya, beberapa siswa yang masih tetap berstatus terperiksa ini akan dibawa ke Mapolres Takalar untuk kontrol selanjutnya oleh pihak penyidik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar