Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Sulaeman mengakui terima uang dalam 3 step yang diperuntukkan untuk Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat Iwa Karniwa. Uang itu disadari Sulaeman terkait dengan project Meikarta.
"Bagaimana tehnis penyerahan uang? Saksi ikut serta? bertanya jaksa KPK pada Sulaeman yang duduk menjadi saksi dalam sidang kelanjutan masalah suap berkaitan perizinan project Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung,.
"Ikut serta. Itu hanya dari Pak Hendry (Hendry Lincoln) ke sopir saya. Ada 3x," jawab Sulaeman.
Hendry Lincoln yang disebut Sulaeman yakni Sekretaris Dinas Pemuda serta Berolahraga (Dispora) Kabupaten Bekasi. Hendry memang awal mulanya dimaksud Sulaeman ikut serta pertemuan pada Iwa Karniwa sebagai Sekjen Jawa barat dengan Kabid Perizinan Tata Ruangan Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili.
Pemberian pertama dimaksud Sulaeman dikerjakan di Km 72 Tol Cipularang. Waktu itu menurut Sulaeman, Hendry mendatangi sopirnya serta memberi bungkusan.
"Dalamnya uang. Banyaknya tidak paham sebab tertutup rapat," kata Sulaeman.
Pada hari yang sama, Hendry serta Neneng Rahmi memberi bungkusan ke sopir Sulaeman. Akan tetapi tempat pemberian itu berlainan dari mulanya.
"Penyerahan ke-2 di Bangi Kopi, daerah Bekasi. Diserahkan oleh Hendry Lincoln serta Neneng Rahmi ke sopir saya. Banyaknya tidak diberitahu hanya dimaksud untuk spanduk. Lantas sopir saya berikan ke sopirnya Pak Waras (Waras Wasisto/anggota DPRD Jawa barat)," kata Sulaeman.
Pemberian ke-3 dimaksud Sulaeman berlangsung di muka rumah sakit. Kesempatan ini pemberian tidak dikerjakan Hendry atau Neneng Rahmi tapi dimaksud Sulaeman dikerjakan seseorang pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Bekasi. Akan tetapi Sulaeman kembali lagi mengakui tidak paham jumlahnya pemberian itu.
Majelis hakim lalu menanyakan masalah pemberian uang itu karena dalam sidang-sidang awal mulanya tetap dikatakan jika uang itu terkait dengan Raperda Gagasan Detil Tata Ruangan (RDTR) Bekasi untuk mulusnya project Meikarta. Akan tetapi, Sulaeman mengakui tidak memahami. Sedang waktu di tanya masalah sumber uang, Sulaeman sudah sempat berbelit sampai pada akhirnya menyebutkan uang itu terkait dengan Meikarta.
"Masalah itu dari tempat mana?" bertanya hakim.
"Meikarta," jawab Sulaeman.
Dalam persidangan ini, ada empat terdakwa yang diadili, yakni Billy Sindoro, Henry Jasmen P Sitohang, Fitradjaja Purnama, serta Taryudi. Keempatnya dimaksud datang dari Lippo Grup, yang didakwa menyogok Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin serta deretan petinggi di Pemkab Bekasi untuk mulusnya perizinan project Meikarta.

ROLLINGAN 0,8% yang masuk secara otomatis ke dalam akun anda
BalasHapusRAJABAKARAT menyediakan berbagai permainan
- Baccarat
- Roulette
- SicBo
- Dragon Tiger
- Slot Online
- Sabung Ayam
Untuk Keluhan Terhadap Pelayanan CS Yang Tidak Sopan, Silahkan Hubungi :
PIN BBM : D61399E6
WE CHAT : HRD1133
WHATS APP : +855976688145